PAK AAN DOSEN SASTRAKU 2

Boleh dibilang, Pak Aan lah orangnya yang mengenalkan aku pada dunia kesusasteraan pada saat mata kuliah Teori Sastra. Jika bukan karena beliau, aku mungkin tak akan tahu ada penyair yang bernama Soni Farid Maulana, Acep Zamzam Noor, Taufik Ismail, Wiji Thukul, atau cerpenis yang bernama Agus Noor, Hamsad Rangkuti, Ahmad Tohari, dan masih banyak lagi. Beliau pula yang senantiasa mengganggu pemikiran-pemikiranku tentang kehidupan. Ya, beliau yang selalu bilang “Ragukan otoritas, kamu jangan percaya dengan otoritas cari kebenarannya”. Sering sekali beliau mengajak mahasisiwanya untuk selalu belajar dan belajar lebih dalam lagi sampai paham akan substansinya.
beliau ialah guru yang bukan sekedar guru. Beliau benar-benar seorang guru yang mengajarakan apa yang dia pahami serta seorang guru yang mendidik siswanya sampai siswanya paham. Aku sering sedih mendengar beliau bercerita tentang kakak tingkatku yang saat uji komprehensif hanya membaca dua buah novel, tak kenal sastrawan, atau yang lebih parah tak mengenal bentuk karya sastra dalam wujud aslinya. Bahkan menurut beliau ada yang tak tak tahu definisi karya sastra. Tapi, itulah ajaibnya beliau. Meskipun mahasiwanya selalu lelet dan lalai, *termasuk aku* beliau terus berusaha tak kenal lelah mengajarkan karya sastra.
Bapak, aku harap surgaNya itu, kelak untukmu. Sebagai hadiah atas segala susah payah yang Bapak lakukan demi aku dan teman-temanku.
***************************************************************************************************Tamat
Pojok Kamar
Maret 2010

Filled Under: Tak Berkategori

Mencanangkan Target Bersama

Tarinspirasi oleh tulisan sahabatku Dony, tentang Target Bersama, saya jadi termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Mungkin mulai sekarang akan berburu temen yang mau bersama-sama membuat “target sungguhan” yang kelak harus dicapai pada saat bersamaan. Kalau Anda belum pernah mendengar istilah Target Bersama, saya sarankan Anda untuk membacanya terlebih dahulu. Menurut saya itu adalah sebuah tulisan yang benar-benar sangat inspiratif…

Kalau bicara about music, mungkin Anda akan teringat pelantun lagu hips dont lie shakira yang populer dengan tarian erotis-nya, lalu kalau bicara soal motivasi hidup ada nama Andrie wongso yang didaulat sebagai motivator terbaik di Indonesia, tapi kalau bicara soal target hidup khususnya target bersama, saya malah baru mendengarnya dari sahabatku ini.

Menurut sahabatku, Target bersama ini dibuat oleh dua orang atau lebih yang menyepakati sebuah target goal yang persis sama. Misalnya saja, “sama-sama lulus dengan IPK 3,5“, “diterima PTN Favorit“, “tahun depan punya penghasilan 4 juta/bulan“,  “menikah pada tanggal 10 Oktober 2010” “membeli rumah sendiri diusia 32 tahun” dll.

Lebih detailnya silakan kunjungi tulisan ini

Filled Under: Motivasi

Kesuksesan Itu Direncanakan

Kesuksesan Itu Direncanakan. Coba tengok pencapaian sukses Thomas Alfa Edison dengan bola lampu-nya, Bill Gates dengan kerajaan Microsoft -nya, David Beckham dengan popularitas dan prestasi bola-nya, atau pelantun hips dont lie-shakira yang dipercaya FIFA menjadi penyanyi pembuka dan penutup dalam pegelaran sepak bola terakbar sejagad, yakni Piala Dunia 2010 tahun ini.

Apa yang mereka capai bukanlah sesuatu yang instan, tetapi sebuah perjalanan panjang yang dilalui setelah melewati berbagai kesulitan, masalah, hambatan serta kepedihan. Namun, mereka tetap melangkah dan fokus pada tujuan, karena mereka tahu akan berada disana pada akhirnya. Mereka telah memimpikan kesuksesan ini dan telah merencanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

Thomas Alfa Edison yang memiliki mimpi menciptakan sebuah lampu pijar tetap melanjutkan eksperimen-nya meski telah ribuan kali menemui kegagalan. Bill Gates tetap fokus pada impian (rencana) merubah cara kerja manusia bumi dengan menghadirkan komputer tercanggih, meski tahu itu bukan pekerjaan mudah.

Demikian juga dengan David Beckham di lapangan hijau atau shakira di pentas music facts dunia. Mereka selalu berusaha menunjukkan penampilan terbaik mereka meski berkali-kali pula mereka melakukan kesalahan dan mendapatkan kritik publik. Tapi.. kini apa yang kita lihat dari mereka, sebuah prestasi dan pencapaian fenomenal yang sangat mengagumkan.

Filled Under: Motivasi

Memahami Waktu

Memahami Waktu. Di sini  saya menulis sebuah tulisan menarik tentang waktu, mudah-mudahan dengan memahaminya, lalu menyikapinya dengan bijak, menyertainya dengan tindakan yang tepat, serta menjadikannya sebagai acuan dan motivasi, akan membantu Anda dalam menapaki jalan menuju sukses.

Tentu adalah menyenangkan kalau kita membahas about hobby, about music atau sesuatu yang sifatnya hiburan, tapi soal waktu ini juga sangat penting buat kita semua, terutama menyangkut sebuah goal atau target hidup, kita harus benar-benar memperhatikan soal waktu ini.

——————-

Untuk memahami makna SATU TAHUN
tanyalah pada seorang anak sekolah yang gagal dalam kenaikan kelas

untuk memahami makna SATU BULAN
tanyalah pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur

untuk memahami makna SATU MINGGU
tanyalah pada seorang editor majalah

untuk memahami makna SATU HARI
tanyalah pada seorang pekerja yang medapatkan gaji harian

untuk memahami makna SATU JAM
tanyalah pada seorang gadis yang menunggu kedatangan kekasihnya

untuk memahami makna SATU MENIT
tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta

untuk memahami makna SATU DETIK
tanyalah pada seorang yang selamat dari sebuah kecelakaan

untuk memahami makna SATU MILI DETIK
tanyalah pada seorang atlet pelari peraih medali perak Olimpiade

—————–

Mudah-mudahan kesuksesan menyertai Anda :D

Filled Under: Renungan

Tindakan Adalah Kekuatan

Sebuah artikel menarik tentang kesuksesan dari pak Andrie Wongso, ingin saya sharing ma temen-temen disini, mudah-mudahan bisa jadi bahan motivasi, renungan serta membuka jalan menuju sukses.

Sebuah pepatah klasik berbunyi: jien li she ie ik puu : artinya perjalanan seribu mil dimulai dengan langlah pertama. Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Memang benar tindakan adalah kekuatan! Action is power!

Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama. Hal ini mengingatkan saya pada cir-ciri manusia yang menurut saya ada empat tipe tentang teori dan praktek.

Tipe pertama, yaitu orang yang tidak punya teori sekaligus tidak praktek. Orang seperti ini tidak memiliki semangat dan tidak mau belajar. Kehidupannya tanpa tujuan, tanpa gairah. Hidup hanya dijalani ala kadarnya. Inilah pilihan orang-orang gagal. Mungkin tipe ini menjadi bagian terbesar dari sebuah masyarakat yang tertinggal.

Tipe kedua, orang yang punya teori tetapi tidak praktek. Inilah tipe orang yang senang mengumpulkan serta menyerap berbagai macam teori. Namun sayang, segudang teori yang dimilikinya, tidak mampu dipraktekan dengan tindakan nyata. Jadi, yang ada hanya teori kosong alias NATO, No Action Theori Only!

Tipe ketiga, yaitu orang yang tidak punya teori tetapi mampu praktek. Mampu menjalankan seperti yang diteorikan orang lain. Inilah tipe orang yang berorientasi pada tindakan, mau belajar dari pengalaman, teori, maupun kebijaksanaan orang lain. Tipe orang ketiga ini mungkin pada awal melangkah akan mengalami berbagai macam gangguan, kesulitan, bahkan kegagalan. Namun dia menyadari semua itu harus dihadapi sebagai pembelajaran dan pematangan mental. Di sinilah letak para otodidak sejati yang belajar melalui keberanian tindakan.

Tipe keempat, orang yang punya teori sekaligus mampu memprakteknya. Sudah pasti tipe ini adalah orang yang mantap dan matang mentalnya, karena tertempa oleh banyaknya problem kehidupan yang mampu dikendalikan dan diatasi. Inilah tipe orang sukses yang paling ideal. Tipe orang yang optimis, punya visi, sekaligus berani melangkah.

Ingin menjadi type yang manakah Anda? Semua pilihan tergantung di tangan Anda. Life is not theory. Life is action! Hidup bukanlah teori. Hidup adalah aksi! Sing tung ciu she lik liang! Action is power! Tindakan adalah kekuatan !!! Sekali lagi jien li she ie ie puu. Seribu langkah dimulai dengan langkah pertama.

Andrie Wongso
Action and wisdom motivation training. Success is my right!!

Filled Under: Motivasi

Jalan Menuju Sukses

Jalan Menuju Sukses. BEBERAPA tahun yang lalu saya menyaksikan suatu rapat penjualan yang sangat mengesankan. Direktur yang bertanggung jawab atas penjualan di perusahaan tersebut sangat bersemangat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan suatu hal yang penting disampingnya ada seorang karyawan marketing yang mempunyai omzet penjualan yang paling tinggi. Di dalam perusahaan tersebut, orang ini termasuk yang sangat sederhana dalam perilakunya meskipun begitu, ia sudah menghasilkan omzet penjualan lebih kurang 50 juta per tahun, sedangkan karyawan yang lain sekitar 10 jutaan.

Sang direktur menantang rapat tersebut. Inilah yang ia katakan, ‘”Saya ingin kalian semua memperhatikan si Amin baik – baik, dan tanyakan pada diri kalian sendiri, apa yang si Amin miliki dan tidak kalian punyai.” Seluruh karyawan terdiam. Secara fakta si Amin mendapatkan lima kali lebih banyak dari yang lain, tetapi apakah si Amin lima kali lebih pintar dari kalian ? Tidak, menurut hasil tes personalia perusahaan tersebut, ia hanya berkemampuan rata – rata di departemen tersebut. Apakah si Amin pendidikannya lebih tinggi ? Ternyata tidak juga, bahkan banyak karyawan lain yang memiliki pendidikan lebih tinggi dengan IP yang baik. Jadi pendek kata, si Amin kira – kira sama dengan rata – rata karyawan pada umumnya kecuali satu hal. Perbedaan di antara si Amin dengan kalian semua adalah si Amin berpikir lima kali lebih besar dibandingkan kalian.

Dari kisah ini dapat kita simpulkan bahwa suatu keberhasilan bukan ditentukan oleh besarnya otak seseorang (baca : kecerdasan), melainkan oleh besarnya cara berpikir seseorang. Kesuksesan seseorang tidak diukur dari gelar akademisnya, atau latar belakang keluarganya, tetapi mereka diukur berdasarkan besar kecilnya cara berpikir mereka, seberapa besar kita berpikir akan menentukan ukuran prestasi kita. Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Apa kelemahan kita yang terbesar?” Barangkali kelemahan manusia yang terbesar adalah sikap mencela diri sendiri dan lemah mental saat menghadapi masalah. Hal ini tidak kita sadari sering kita lakukan.

Contoh : Kita melihat sebuah lowongan pekerjaan yang diiklankan di koran. Pekerjaan ini persis seperti apa yang diinginkan. Akan tetapi ia tidak melakukan apapun sehubungan dengan lowongan tersebut, karena ia berpikir, ”Saya tidak cukup ahli untuk melakukan pekerjaan itu, jadi mengapa harus repot – repot”. Atau mungkin pada saat kita mengisi formulir lamaran untuk suatu pekerjaan, salah satu pertanyaan berbunyi, ”Berapa gaji awal yang Anda harapkan ?” orang tersebut menuliskan angka yang kecil saja karena ia merasa bahwa ia benar – benar tidak layak mendapatkan jumlah yang lebih besar seperti yang ia inginkan.

Memang baik jika kita mengenali ketidakmampuan kita, karena hal ini memperlihatkan kepada kita bidang – bidang yang masih dapat kita perbaiki. Akan tetapi jika kita hanya mengenal sisi negatif diri kita, maka nilai diri kita pun menjadi kecil.

Berpikirlah besar maka kita akan hidup besar, baik hidup besar di dalam kebahagiaan, hidup besar dalam prestasi, besar dalam pendapatan, maupun besar dalam jumlah teman yang kita miliki. Mulailah detik ini juga, untuk menemukan bagaimana membuat pemikiran – pemikiran besar. Sebab hidup ini terlalu singkat untuk berpikir kecil dan berbuat hal – hal yang kecil.

*) Bambang Sugiarto SE, Direktur PT Gama Mitra Utama & Dosen STIE IEU Yogyakarta.

Filled Under: Motivasi

Pohon Masalah

Pohon masalah. Seorang teknisi komputer yang saya minta untuk memperbaiki komputer di  rumah datang terlambat. Katanya, di tengah jalan ban mobilnya  kempes. Baru saja teknisi ini memulai tugasnya, saat memperbaiki komputer, bor listriknya tiba-tiba macet  dan tak mau berfungsi.

Teknisi ini sepertinya menghadapi masalah serius pada hari itu, ia bahkan kehilangan  waktu kerjanya hampir dua jam, gara-gara macet. Ia juga hampir gagal menjalankan tugasnya jika salah mengambil sikap dan tindakan yang tepat.

Rupanya penderitaan si teknisi tak hanya  berhenti di sini. Persis saat hendak pulang, mendadak mesin mobilnya mogok. Agar tidak kemalaman, saya memutuskan mengantarnya pulang. Dalam perjalanan ia tampak termenung sedih atas kesialan yang bertubi-tubi menimpanya hari itu.

Sesampainya di depan rumahnya,  tiba-tiba ia berhenti sebentar di depan sebuah pohon kecil yang  tumbuh di halaman depan. Ia menyentuh ujung-ujung cabang pohon itu  dengan  kedua tangannya. Setelah itu, raut mukanya menampakkan  perubahan besar. Begitu pintu rumah terbuka, wajah yang semula  lesu kusam itu mendadak penuh senyuman. Dengan riang dan hangat ia  memeluk kedua anaknya serta mencium sang istri yang menyambutnya. Karena penasaran, sebelum berpamitan saya bertanya apa yang dia lakukan dengan pohon tersebut?

“Oh, itu adalah pohon masalah saya,”  jawabnya. Menyadari lawan bicaranya kebingungan, pria ini melanjutkan bicara.

“Saya sadar,  ada banyak persoalan muncul dalam pekerjaan. Namun, yang
pasti  segala permasalahan itu bukan milik orang rumah, baik anak maupun   istri saya. Itulah sebabnya, sore hari setiap pulang dari kantor, sebelum masuk rumah saya selalu menaruh semua masalah atau problem  pekerjaan di pohon ini. Keesokan harinya, saya ambil untuk di bawa  ke kantor lagi.”

“Anehnya”, lanjutnya sambil tersenyum, “di pagi hari ketika saya ambil lagi  maslaah-masalah tersebut dari pohon, rasanya tidak lagi  seberat ketika saya taruh kemarin sore.

Filled Under: Renungan