Pohon Masalah

28 Jun 2010

Pohon masalah. Seorang teknisi komputer yang saya minta untuk memperbaiki komputer di rumah datang terlambat. Katanya, di tengah jalan ban mobilnya kempes. Baru saja teknisi ini memulai tugasnya, saat memperbaiki komputer, bor listriknya tiba-tiba macet dan tak mau berfungsi.

Teknisi ini sepertinya menghadapi masalah serius pada hari itu, ia bahkan kehilangan waktu kerjanya hampir dua jam, gara-gara macet. Ia juga hampir gagal menjalankan tugasnya jika salah mengambil sikap dan tindakan yang tepat.

Rupanya penderitaan si teknisi tak hanya berhenti di sini. Persis saat hendak pulang, mendadak mesin mobilnya mogok. Agar tidak kemalaman, saya memutuskan mengantarnya pulang. Dalam perjalanan ia tampak termenung sedih atas kesialan yang bertubi-tubi menimpanya hari itu.

Sesampainya di depan rumahnya, tiba-tiba ia berhenti sebentar di depan sebuah pohon kecil yang tumbuh di halaman depan. Ia menyentuh ujung-ujung cabang pohon itu dengan kedua tangannya. Setelah itu, raut mukanya menampakkan perubahan besar. Begitu pintu rumah terbuka, wajah yang semula lesu kusam itu mendadak penuh senyuman. Dengan riang dan hangat ia memeluk kedua anaknya serta mencium sang istri yang menyambutnya. Karena penasaran, sebelum berpamitan saya bertanya apa yang dia lakukan dengan pohon tersebut?

“Oh, itu adalah pohon masalah saya,” jawabnya. Menyadari lawan bicaranya kebingungan, pria ini melanjutkan bicara.

“Saya sadar, ada banyak persoalan muncul dalam pekerjaan. Namun, yang
pasti segala permasalahan itu bukan milik orang rumah, baik anak maupun istri saya. Itulah sebabnya, sore hari setiap pulang dari kantor, sebelum masuk rumah saya selalu menaruh semua masalah atau problem pekerjaan di pohon ini. Keesokan harinya, saya ambil untuk di bawa ke kantor lagi.”

“Anehnya”, lanjutnya sambil tersenyum, “di pagi hari ketika saya ambil lagi maslaah-masalah tersebut dari pohon, rasanya tidak lagi seberat ketika saya taruh kemarin sore.


TAGS pohon masalah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post