Jalan Menuju Sukses

5 Jul 2010

Jalan Menuju Sukses. BEBERAPA tahun yang lalu saya menyaksikan suatu rapat penjualan yang sangat mengesankan. Direktur yang bertanggung jawab atas penjualan di perusahaan tersebut sangat bersemangat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan suatu hal yang penting disampingnya ada seorang karyawan marketing yang mempunyai omzet penjualan yang paling tinggi. Di dalam perusahaan tersebut, orang ini termasuk yang sangat sederhana dalam perilakunya meskipun begitu, ia sudah menghasilkan omzet penjualan lebih kurang 50 juta per tahun, sedangkan karyawan yang lain sekitar 10 jutaan.

Sang direktur menantang rapat tersebut. Inilah yang ia katakan, ‘”Saya ingin kalian semua memperhatikan si Amin baik baik, dan tanyakan pada diri kalian sendiri, apa yang si Amin miliki dan tidak kalian punyai.” Seluruh karyawan terdiam. Secara fakta si Amin mendapatkan lima kali lebih banyak dari yang lain, tetapi apakah si Amin lima kali lebih pintar dari kalian ? Tidak, menurut hasil tes personalia perusahaan tersebut, ia hanya berkemampuan rata rata di departemen tersebut. Apakah si Amin pendidikannya lebih tinggi ? Ternyata tidak juga, bahkan banyak karyawan lain yang memiliki pendidikan lebih tinggi dengan IP yang baik. Jadi pendek kata, si Amin kira kira sama dengan rata rata karyawan pada umumnya kecuali satu hal. Perbedaan di antara si Amin dengan kalian semua adalah si Amin berpikir lima kali lebih besar dibandingkan kalian.

Dari kisah ini dapat kita simpulkan bahwa suatu keberhasilan bukan ditentukan oleh besarnya otak seseorang (baca : kecerdasan), melainkan oleh besarnya cara berpikir seseorang. Kesuksesan seseorang tidak diukur dari gelar akademisnya, atau latar belakang keluarganya, tetapi mereka diukur berdasarkan besar kecilnya cara berpikir mereka, seberapa besar kita berpikir akan menentukan ukuran prestasi kita. Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, Apa kelemahan kita yang terbesar? Barangkali kelemahan manusia yang terbesar adalah sikap mencela diri sendiri dan lemah mental saat menghadapi masalah. Hal ini tidak kita sadari sering kita lakukan.

Contoh : Kita melihat sebuah lowongan pekerjaan yang diiklankan di koran. Pekerjaan ini persis seperti apa yang diinginkan. Akan tetapi ia tidak melakukan apapun sehubungan dengan lowongan tersebut, karena ia berpikir, ”Saya tidak cukup ahli untuk melakukan pekerjaan itu, jadi mengapa harus repot repot”. Atau mungkin pada saat kita mengisi formulir lamaran untuk suatu pekerjaan, salah satu pertanyaan berbunyi, ”Berapa gaji awal yang Anda harapkan ?” orang tersebut menuliskan angka yang kecil saja karena ia merasa bahwa ia benar benar tidak layak mendapatkan jumlah yang lebih besar seperti yang ia inginkan.

Memang baik jika kita mengenali ketidakmampuan kita, karena hal ini memperlihatkan kepada kita bidang bidang yang masih dapat kita perbaiki. Akan tetapi jika kita hanya mengenal sisi negatif diri kita, maka nilai diri kita pun menjadi kecil.

Berpikirlah besar maka kita akan hidup besar, baik hidup besar di dalam kebahagiaan, hidup besar dalam prestasi, besar dalam pendapatan, maupun besar dalam jumlah teman yang kita miliki. Mulailah detik ini juga, untuk menemukan bagaimana membuat pemikiran pemikiran besar. Sebab hidup ini terlalu singkat untuk berpikir kecil dan berbuat hal hal yang kecil.

*) Bambang Sugiarto SE, Direktur PT Gama Mitra Utama & Dosen STIE IEU Yogyakarta.


TAGS Jalan Menuju Sukses Langkah Menuju Sukses berpikir lebih keras


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post