PAK AAN DOSEN SASTRAKU 2

11 Jan 2011

Boleh dibilang, Pak Aan lah orangnya yang mengenalkan aku pada dunia kesusasteraan pada saat mata kuliah Teori Sastra. Jika bukan karena beliau, aku mungkin tak akan tahu ada penyair yang bernama Soni Farid Maulana, Acep Zamzam Noor, Taufik Ismail, Wiji Thukul, atau cerpenis yang bernama Agus Noor, Hamsad Rangkuti, Ahmad Tohari, dan masih banyak lagi. Beliau pula yang senantiasa mengganggu pemikiran-pemikiranku tentang kehidupan. Ya, beliau yang selalu bilang Ragukan otoritas, kamu jangan percaya dengan otoritas cari kebenarannya. Sering sekali beliau mengajak mahasisiwanya untuk selalu belajar dan belajar lebih dalam lagi sampai paham akan substansinya.
beliau ialah guru yang bukan sekedar guru. Beliau benar-benar seorang guru yang mengajarakan apa yang dia pahami serta seorang guru yang mendidik siswanya sampai siswanya paham. Aku sering sedih mendengar beliau bercerita tentang kakak tingkatku yang saat uji komprehensif hanya membaca dua buah novel, tak kenal sastrawan, atau yang lebih parah tak mengenal bentuk karya sastra dalam wujud aslinya. Bahkan menurut beliau ada yang tak tak tahu definisi karya sastra. Tapi, itulah ajaibnya beliau. Meskipun mahasiwanya selalu lelet dan lalai, *termasuk aku* beliau terus berusaha tak kenal lelah mengajarkan karya sastra.
Bapak, aku harap surgaNya itu, kelak untukmu. Sebagai hadiah atas segala susah payah yang Bapak lakukan demi aku dan teman-temanku.
***************************************************************************************************Tamat
Pojok Kamar
Maret 2010


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post